Wednesday, October 29, 2008

Sedikit catatan dihari yang baru

Sudah 4 tahun ini saya belum pernah pulang ke indonesia, rasanya begitu rindu untuk merasakan kembali udara indonesia yang sejuk dan penuh dengan hijau-hijauan dedaunan yang ada di setiap tanah. Berbanding terbalik dengan keadaan mesir yang begitu gersang hingga tetumbuhan jarang yang mau tumbuh di atasnya. Jika saya melihat tanah indonesia yang begitu subur sampai-sampai setiap tanah hampir semua ditumbuhi dengan rumput hijau yang guemuk-gemuk..heheh..kayak sapi ajah…timbul rasa bangga kepada negeriku karena di mesir ini jarang sekli saya bisa menemui rumput yang hidup dan tumbuh bebas karena dirinya sendiri, kebanyakan tumbuhnya karena orang, dengan cara menanamnya dan menyiraminya setiap hari

Keadaaan itulah yang membuatku merindukan indonesia, dan alhamdulillah allah memberikan rizki pada saya sehingga tepat pada tanggal 20 juni 2008 saya bisa pulang ke indonesia sekalian menghadiri resepsi pernikahan kakak saya. Puji syukur kehadiratnya. Kepulangan yang bertepatan dengan libur panjang musim panas ini membuat saya mengerti bahwa masih jauh dan banyak hal yang masih harus saya pelajari, bukan hanya materi perkuliahan tetapi juga tentang bagaimana kita menghadapi masyarakat serta problematika yang datang kepada kita baik dari kita sendiri atau dari orang lain. Dan meurut saya hal-hal seperti itu juga urgent untuk diperhatikan, karena jika kita menghadapi materi perkuliahan kita bisa dengan mudah menebak karena adanya buku-buku meteri yang tersedia, adapun perihal yang menyangkut masalah-masalah hidup yang ada saya kira lebih sulit karena hal tersebut membutuhkan pengertian sosial dan kejiwwan serta pengalaman..

Banyak hal yang membuat saya terkagum-kagum dengan negeri saya sendiri, dari segi adat budaya bahkan jiwa sosial yang dimiliki masyarakat indonesia, salah satu contoh yang begitu mencolok adalah unggah-ungguh yang masih melekat pada masayarakat desa. Ungguh-ungguh yang masih dijunjung tinggi oleh mereka jarang saya temukan di negeri seribu menara ini, mungkin hal itu dikarenakan perbedaan adat istiadat anatara indonesia dan mesir, seperti halnya adat menundukkan badan jika sedang berjalan di depan orang yang lebih tua dari kita atau tokoh masyarakt yang disegani di daerahnya, juga adat tidak berani lewat di antara 2 orang yang sedang mengobrol. Sementara di mesir tidak ada hal-hal seperti itu, hal lewat di depan dua orang yang sedang bicara sudah biasa bukan merupakan aib bila di lakukan, juga hal menundukkan kepala, tidak ada adat seperti itu di mesir.

Kepulangan saya yang Cuma 4 bulan itu memberikan banyak hal, baik tentang adat istiadat yang masih harus saya pegang jika sudah di indonesia meskipun saya sudah terkontaminasi oleh adat-adat mesir yang jauh berbeda. Hal-hal tersebut juga harus saya wariskan terhadap keturunan saya nanti agar tepo seliro dan unggah ungguh yang sudah ada tidak hilang terkikis oleh perubahan jaman.

Pelajaran penting yang lain juga saya temukan ketika sebuah harapan tidak semua bisa kita dapatkan, manusia harus bisa menerima semua itu dengan lapang dada, karena diatas semua keinginan ada sebuah takdir yang terkadang kita tidak bisa merubahnya, kita harus bisa mengiklhaskan semua, istilah orang jawa mengatakan kudu iso nrimo ing pandom , dengan kita bisa mengiklhaskan semua, maka beban tersebut akan bisa berkurang pada diri kita. Selalu berpikir akan adanya sesuatu yang lebih baik dari semua itu dapat membuat kita lebih sabar dalam menghadapi kehidupan.

Kemaren saya pulang di kampung kecil saya, disana masih terlihat seperti dahulu, tidak ada perubahan yang besar, hanya jalan-jalan banyak yang sudah di bangun, juga jika saya amati kehidupan masyarakat makin membaik. Sawah-sawah yang masih hijau dengan tanaman tembakau dan jagung, udara yang masih sejuk dan sinar mega yang masih mau menampakkan diri jika datang sore hari.

Kebahgiaan jiwa yang tidak pernah saya temukan dikota-kota besar seperti jakarta dan cairo, sawah dan mega di sore hari bisa saya nikmati di desa kecil saya, memandangnya membuat pikiran lebih tenang lebih rilex.

Jika sore hari banyak anak-anak kecil yang bermain-main layang-layang dengan berbagai macam bentuk, terkadang saya juga melihat remaja-remaja yang sudah SMA juga masih seneng bermain layang-layang.

Namun sekarang semu itu harus di hilangkan dulu, biarkan menjadi kenangan yang menimbulkan rindu karena kaki ini sekarang sudah menginjak bumi cairo, tempat saya menimba ilmu.

Cairo, saya datang lagi..hehehe, dengan segudang rasa kangen akan kehidupan yang empat tahun ini saya jalani, tidur, makan ful bareng, maen bola dan lain sebgainya merupakan hal yang sangat sulit dilupakan, hal-hal itu yang akan menjadikan saya selalu terkenang, tapi saya tidak bisa untuk selamnya disini, saya harus pulang..hehehe..


[+/-] Selengkapnya...

Tuesday, June 3, 2008

Hari pancasila menjadi hari yang tak bersusila


Rasanya terkejut hati saya ketika pagi ini membaca berita yang ada di jawa pos, berita tentang kekerasan yang terjadi dengan menggunakan nama islam, yang ironisnya lagi korbannya justru orang islam sendiri.

Sebuah hari yang tidak bisa dilewatkan tanpa catatan, sebuah trageni berdarah yang bisa memecah belah kesatuan indonesia tepat terjadi dikala peringatan hari pemersatu bangsa, 1 juni yang merupakan hari pancasila berubah manjadi hari pencak silat, yang mengalirkan darah-darah orang yang tidak berdosa, anak kecil, ibu, bapak, bahkan kiyai yang ingin ikut serta dalam rangka memperngati hari pancasia itu.

Sebenarnya apa di balik kejadian ini semua, kenapa orang-orang yang menyebut-nyebut dirinya islam dengan gampang mengalirkan darah orang-orang islam sendiri, tidak kah mereka mengerti apa sesungguhnya ajaran yang ada dalam islam?! Tidakkah mereka mengerti bahwa islam membenci tindak kekerasan?!

Orang islam menyerang orang islam, sungguh menyayat hati jika kita renungkan, bukankan mereka adalah saudara, allah berfirman “ innamal mu’minuna ihkwatun” (sesungguhnya orang-orang muslim itu adalah saudara), kalo mereka mengerti maksud dari ajaran ini kenapa meraka tega menganiyaya saudara sendiri, apakah mereka tidak pernah mengenal ajaran islam ini?!

Bahkan dalam surat lain allah jelas-jelas melarang orang muslim membunuh dengan sengaja orang meslim,bahkan mengancamnya dengan ancaman bahwa dia akan dibenci allah dan dilaknat serta dimasukkan dalam nerakan , allah berfirman “ wa man yaqtu mu’minan muta’amitan fa jazzaa uhu jahannam kholidan fiiha wa ghodiba allahu wala’anahu wa a’addalahu adzaaban aliima”..kalo kalian umat muslim mengerti maksud ayat ini pastilah kalian tidak akan melakukan tidakan 1 juni kamaren.

Dalam sebuah hadist nabi juga mengatakan’ man qotala mu’minan fa ‘alaihi la’natullah”, betapa nistanya kalo kita sampek mendapat la’nat allah, kepada siapa lagi kita akan berlindung kalo dzat yang merupakan salah satunya harapan kita untuk meminta perlindungan justru melaknat kita.

Agama islam adalah agama rahmatan lil alamiin, agama yang menyukai perdamaian, agama yang mengajarkan indahnya sebuah persatuan tanpa konflik berdarah, agama yang mengajarkan manusia bahwa meraka adalah satu darah , bahwa meraka berasal dari satu bapak dan satu ibu, adam dan hawa.

Dalam diri rosul sendiri merupakan uswah hasanah, sebagai mana di riwayatkan oleh para sohabat-sohabat nabi, bahwa nabi tidak pernah membalas ejekan-ejekan musuhnya, bahkan nabi mengajarkan kita untuk selalu tersenyum, ramah dan tidak saling benci satu sama lain.

Kejadian 1 juni lalu telah menggambarkan bahwa meraka yang menyerang orang islam di monas adalah orang-orang awam yang belum mengerti benar arti ajaran islam, meraka hanya alat-alat yang digerakkan oleh tangan-tangan di balik punggung yang tidak pernah mau bertanggung jawab atas perbuatanya. Tangan-tangan yang ingin merusak ajara-ajaran islam yang sesungguhnya.

Sungguh sangat menggelikan dan mengherankan untuk dipikirkan, tindakan orang-orang yang sedang dalam jalan gelap dengan penerang yang menjerumuskan ke jurang kedhaliman.

Pancasila simbol kerukunan bangsa indonesia telah ternoda dengan darah manusia-manusia tak berdosa, semoga ini menjadi hari terahir kejadian yang telah mempermalukan kerukunan antar umat beragama, dan semoga mereka yang melakukan tindakan tersebut sadar dan mendapat hidayah dari allah swt.

Rukun itu indah, rukun itu tentram, rukun itu sebuah ikatan yang membawa kebahagiaan, ketenangan dan kesejahteraan lahir batin.

“allah hummah dinaa, wahdi binaa, waj ‘alnaa liman ihtadaa”…...amin-amin ya robbal alamin.


[+/-] Selengkapnya...

Wednesday, May 28, 2008

Puncak sinai

Dua tahun lalu sewaktu liburan musim panas tiba, teman-teman se-almamater mengadakan sebuah acara penghilang kejenuhan karena ujian, dengan kompak mereka memutuskan untuk mengunjungi salah satu tempat pariwisata yang ada di mesir ini, yaitu gunung sinai.

Pembaca pastinya sudah banyak mendegar tentang gunung ini, baik dari buku, internet atau dari kitab suci al qur’an, gunung sinai yang merupakan salah satu tempat yang dijadikan allah sebagai pemukiman ketika orang-orang israel ketika mereka di bawa keluar mesir oleh nabi musa.

Gunung sinai bukan lah seperti gunung yang sering kita lihat indonesia, dimana kalo di gunung indonesia kita akan menemui begitu banyak tumbuhan hijau dan tinggi yang tumbuh dengan segar dengan menghasilkan buah-buah yang bisa kita makan setiap saat namun di gunung sinai ini jangan harap anda akan menemui tumbuh-tumbuhan yang banyak seperti di indonesia, seingat saya ketika saya hanya menemui dua pohon yang tumbuh di daerah itu.


Gunung sinai ini memiliki tekstur bebatuan yang berwarna kuning pasir, sebagai mana anda bisa lihat warna yang ada di piramid, seperti itulah warna bebatuan yang ada di gunung ini.

Kami se almamater ahirnya memutuskan berangkat dengan memakai bus travetl yang telah di sewa dengan biaya patungan(iuran). Bus yang cukup lumayan bagus berangkat mengangkut kami semua pada jam 7 pagi waktu kairo untuk menuju sinai. Disaat itu teman-teman yang ikut cukup banyak meskipun tidak hanya al mamater kami saja melainkan ada beberapa orang yang bukan dari al mamater kami, and eventhough there are not from our al mamater it’s not problem for us.

Berjalanan yang hampir memakan waktu berjam-jam kami habiskan dijalanan yang penuh dengan padang pasir, tiada pemandangan perkampungan hijau seperti halnya di halaman desa kita.

Setelah beberapa jam, kami ahirnya tiba di sebuah pantai untuk beristirahat sebelum ahirnya melanjutkan perjalanan utnuk menuju gunung sinai, kami menghabiskan beberpa jam di pantai sarm syeih. Setelah merasa puas di pantai tersebut kami pun meneruskan perjanan ke sinai.

Setelah meluncur dari pantai dengan bus yang kami sewa tadi ahirnya kami sampai juga di bukit gunung sinai, saya lupa jam berapa waktu itu, seingat saya sudah malam banget, sekitar jam 11 malam lewat.

Sesampainya disana kami tidak langsung naik ke gunung tersebut, melainkan menunggu rombangan lain yang juga sedang berekreasi ke gunung ini.

Setelah semua sudah terkumpul dan siap berangkat kami pun berangkat dengan bercampur rombongan orang lain, kalo tidak salah waktu itu adalah rombongan kekeluargaan jawatimur.

Dalam perjalan yang cukup sulit, karena gunung ini terlalu terjal batu-batunya,oleh karenanya disana dibuatkan jalan setapak, namun resiko jalan ini adalah membutuhkan waktu yang lama karena berputar.dalam perjalanan saya menemui beberpa hal yang menarik didalamnya, dalam pendakian itu ternyata ada yang menawarkan jasa unta yang digunakan untuk membawa pendaki ke atas gunung, ketika saya perhatikan ternyata banyak juga yang memakai jasa tersebut, mereka yang memakai kebanyakan orang-orang bule.

Keunikan yang laen juga banyak saya temui disana. Disana ternyata ada 2 gereja yang tempatnya berbeda namun salib yang ada di atas gereja itu konon lurus, antar gereja yang ada di puncak gunung dan yang ada di dasar gunung tersebut, sementara gereja yang di puncak sinai juga terasa istimewa karena gerja itu bersebelahan dengan masjid kecil yang ada disana, jika saya ukur jaraknya mungkin hanya 2 meter. Dua bangunan yang berada di puncak itu di bangun diatas bebatuan yang cukup besar, dan digunakan sebagai tempat melihat panaroma matahari terbit oleh para pendaki ketika pagi tiba.

Tempat itu juga merupakan tempat dimana nabi musa mendapat wahyu dari allah dan berbincang-bincang dengan allah sebagaimana yang telah di ceritakan dalam al quran.

Setelah sampai di puncak kami semua beristirahat sambil menunggu matahari terbit, sebagian dari kami ada yang sibuk mengabadikan moment di puncak sinai ini. Ada satu hal yang masih saya ingat waktu yaitu salah satu teman saya jatuh pingsan ketika sampai di puncak, untung nya keadaan itu tidak berlangsung lama, kami tidak tahu penyebab pingsan dia, mungkin juga karena kecapekan.

Setelah beberapa menit kami menunggu ahirnya momen yang ditunggu tiba juga, yaitu matahari terbit yang memancarkan cahaya kemerahan terlihat dari ufuk timur, para pendakipun sibuk mengabadikan moment tersebut.

Setelah semua itu selesai, perlahan-lahan para pendaki mulai turun, begitu juga saya dan teman-teman yang laen, dalam perjalanan turun saya menemukan kucing yang sedang berkeliaran di gunung sinai ini, kucing yang cukup gemuk dan sehat, saya dan teman-tamn juga sempat mengambil foto di sumur nabi musa ketika dalam perjalanan turun gunung tersebut, setelah sampai dasar gunung kami pun istirahat menghilangkan rasa capek sebelum ahirnya meluncur untuk pulang ke hay asyir.

Moment di puncak sinai,2006

[+/-] Selengkapnya...

Sunday, May 25, 2008

Bumi,Nenek yang renta

Sebuah kehidupan yang terjadi di dunia ini tiada yang kekal, perjalanan yang kita lakukan memiiki batas yang telah di tentukan oleh yang menguasai kehidupan dunia ini, dan dialah tuhan yang telah menjadikan dunia sebagai media manusia untuk menuju jalan pulang kepadanya.

Perjalanan manusia di bumi yang sudah tak mungkin lagi untuk di hitung telah banyak dilupakan umur yang telah di jalani olehnya, sebagai makuk yang tercipta sudah pasti mempunyai masa habis yang telah di tentukan, begitu juga bumi kita ini, keberadaan yang begitu lama telah menimblkan pertanyaan, seberapa tuakah bumi ini??/

Bumi adalah asal muasal dijadikanya manusia di alam semesta ini, sebgai mana telah di ceritakan dalam al qran bahwa manusia di ciptakan sebagai kholifah yang akan menghuni di bumi ini, sebagai mana di nyatakn dalam surat al baqoroh ayat 30, “wa idz qoola robbuka lil malaaikati innii jaa’iluka fil ardhi kholiifah’. Disini allah telah berkata bahwa dia (allah) akan menjadikan manusia sebagaikholifah dibumi

Bumi juga merupakan asal dari tubuh manusia, telah di sebutkan bahwa manusia pertama yang merupakan nabi dan yang merupakan bapak dari semua manusia di bumi yaitu nabi adam , merupakan makhluk yang di beri nama manusia(insan) dan telah di ciptakan dari bumi yaitu atthin yang berarti lempung, maka dari sini kita tahu bahwa manusia tidak lepas dari bumi itu sendiri,karena allah telah menciptakan manusia dari bagianbumi itu yaitu lempung. Oleh karenanya ada yang menyebut tanah negeranya merupakan ibu /ibu pertiwi.

Jika kita sudah mengatakan bahwa bumi adalah ibu pertiwi maka dari sini kita bisa mengetahui bahwa bumi juga mempunyai umur yang telah ditentukan masanya, jika kita lihat sekarang, kita tidak akan mengetahui berapa umur bumi kita yang sebenarnya/? Karena tidak ada sejarah yang mencatat kapan tepatnya penciptaan bumi, namun jika kita menghitung-hitung dengan generasi yang telah mewarisi bumi ini maka kita dapat memastikan bahwa ibu kita ini sudah sangat tua renta.

Jika kita mengingat sejarah perjalanan nabi semasa beliau akan di beri wahyu oeh allah, yaitu pada masa isro’ mi’roj, ketika nabi terbang dengan burok, diceritakan bahwa beliau mendengar suara perempuan sangat tua memanggil nama beliau, ketika beliau bertanya kepada malaikat, sang malaikat menjawab bahwa suara itu adalah suara bumi. Dari sini kita bisa tahu bahwa sewaktu nabi isro’ umur bumi sudah tidak muda lagi, bahkan di gambarkan dengan suara orang tua yang memanggil-manggi nabi, jika kita pikir-pikir, jarak antara kita dan nabi muhammad semasa itu berapa ribu tahun kah?! Dalam masa nabi saja bumi sudah bersuara nenek-nenek tua ,apalagi sekarang, dimana jarak kita dan nabi sudah sangat-sangat jauh.

Jika kita memperhatikan sesuatu yang telah terjadi di bumi sekarang ini maka kita akan bisa mengartikan bahwa bumi kita ini sudah jompo, dalam beberapa tahun belakangan ini bumi ini telah memperlihatkan tanda ke jompo-anya, batuk-batuk dari pasak-pasak bumi dan muntahan-muntahan perut laut yang sampai memakan korban manusia, serta gempa-gempa,juga hal-hal lain yang masih banyak lagi. Hal ini seharusanya menjadikan kita mengerti bahwa bumi ini sudah menjadi nenek-nenek tua renta yang setiap saat bisa saja habis masanya.

[+/-] Selengkapnya...